02 June 2009

Walikota Harus Turun Tangan, Saatnya Bangkit Green Heroes!

Mungkinkah Persebaya lolos ke Indonesia Super League musim depan? Kemungkinan masih terbuka lebar. Namun pembenahan tak hanya menyangkut persoalan tim, tapi juga infrastruktur institusi Persebaya.

Hal terpenting yang harus dicatat dari krisis di Persebaya adalah masalah kepercayaan. Selama ini kita melihat, konflik yang mengawali perjalanan Persebaya musim ini telah memunculkan benih-benih kecurigaan internal. Ini patut disesalkan, karena Persebaya adalah institusi olahraga yang seharusnya menjunjung tinggi keterbukaan tanpa intrik.

Maka, pekerjaan rumah pertama yang harus digarap adalah membangun kepercayaan semua elemen. Ini pekerjaan tersulit, saya kira. Oleh sebab itu, dibutuhkan orang ketiga yang mampu menjadi mediator. Saya kira walikota Surabaya tepat menjadi mediator itu.

Manajemen dan pengurus Persebaya saatnya mendengar dengan hati. Pernyataan yang cenderung menyalahkan pemain harus dihentikan. Begitu juga kebiasaan menyalahkan wasit atau pihak lain sebagai kambing hitam harus dihentikan. Setidaknya ini akan memberikan pencerahan kepada semua pihak: bahwa kami menang atau kalah dengan kepala tegak.

Saya sebenarnya salah satu orang yang setuju, bahwa birokrasi tak perlu ikut campur urusan tim sepakbola profesional. Tapi dengan kondisi Persebaya saat ini, maka tak ada salahnya walikota untuk turun dan memberikan suntikan semangat. Kita yakin Bambang DH masih peduli dengan ikon Kota Pahlawan ini.

Di satu sisi, pengurus harus mulai lebih serius membenahi infrastruktur Persebaya sebagai klub profesional. Jika saat ini pengusaha tampak tak tertarik untuk ikut mendanai Persebaya, maka haruslah dicari jawabannya. Saya menduga ini juga terkait dengan kepercayaan. Investor gamang untuk masuk, jika merasa tidak percaya terhadap jajaran pengurus dan manajemen Persebaya. Maka, pengurus harus mulai menjawab ketidakpercayaan tersebut.

Ayo, saatnya bangkit! Masih ada satu kesempatan untuk menembus Liga Super. Maju terus, Green Heroes! [wir]

No comments: