20 February 2011

Bonek-Suporter Bali Nyanyi Bareng Kecam Nurdin

Sedikitnya tiga ribu Bonek menghijaukan Stadion Kapten Dipta di Gianyar Bali, Minggu (20/2/2011). Tidak ada keributan antara pendukung Persebaya 1927 dengan pendukung tuan rumah, Bali De Vata.

Bonek msuk ke dalam stadion secra bertahatp. Sebagian masih tertahan di luar, namun yang sudah berada di dalam stadion mulai duduk di tribun belakang gawang. Tribun selatan menghijau. Sejumlah spanduk mulai bertebaran, ada di antaranya berisi kecaman terhadap Ketua Umum PSSI Nurdin Halid.

Sementara itu, di luar stadion, konvoi suporter Bali De Vata yang tergabung dalam Laskar Kuda Jingkrak bertemu dengan Bonek yang berada di luar stadion. Mereka bernyanyi dan bertepuk tangan bersama. "Bali-Bonek kita saudara, Bali-Bonek kita saudara," demikian nyanyian itu.

Nyanyian lain yang dilantunkan suporter Bali De Vata dan Bonekberisi pembelaan terhadap Liga Primer Indonesia. "Siapa bilang Liga Primer ilegal. Liga Primer milik kita semua. Yang Bilang Liga Primer ilegal, itu Nurdin yang tak pernah sekolah."

Badi, Bonek Pasuruan, mendapatkan informasi, bahwa Bonek mendapat kuota tiket masuk stadion sebanyak 2.800 orang. Ribuan Bonek ini datang ke Bali dengan menumpang kereta api, sedikitnya 47 bus dan puluhan kendaraan pribadi.

Besarnya jumlah rombongan bus ini tentu saja tidak semasif rekor tret-tet-tet ke Senayan pada tahun 1988, yang mengawali tradisi away supporters di negeri ini. Saat itu, untuk menyaksikan final Perserikatan Divisi Utama antara Persebaya melawan Persija, para suporter Bajul Ijo naik mobil pribadi, ratusan bus, kereta api, dan pesawat.

Namun, tret-tet-tet ini tetap bersejarah, karena justru terjadi saat Persebaya bukan baru saja juara, namun tengah dirundung masalah, setelah berkonflik dengan rezim PSSI yang dipimpin Nurdin Halid. Sebagaimana diberitakan, Persebaya memilih cabut dari kompetisi Divisi Utama dan pindah ke LPI, setelah 'dipaksa' degradasi oleh PSSI. [wir]

No comments: