15 May 2009

Ketua Panwascam Hilang Ingatan

Ketua Panitia Pengawas Kecamatan Gumukmas Ahmad Fanani sementara ini kehilangan sebagian ingatannya, setelah sempat mengalami koma sembilan hari di RSUD dr. Soebandi.

Fanani masuk RSUD dr. Soebandi, awal April lalu, setelah mengonsumsi dua jenis obat sakit kepala. Tekanan melaksanakan tugas pemilu, membuatnya kelelahan. Ia harus menjalani operasi, karena pembuluh darahnya pecah.

"Dia di rumah sakit 15 hari. Sembilan hari koma. Hari ke-11, Fanani bisa membuka mata, dna hari ke-12 sudah bisa tertawa. Tapi ingatannya belum pulih 100 persen," kata Mohammad Syaifuddin, salah satu anggota Panitia Pengawas Pemilu Jember.

Menurut Syaifuddin, Fanani kesulitan mengingat nama dan identitas orang-orang yang menjenguknya. "Waktu kawan-kawan Panwaslu dan Panwascam lain menengok, dia tampak seperti tidak mengenal kami. Saat istrinya mengingatkan, ia seperti harus berpikir keras-keras untuk mengingat-ingat," katanya.

Panwaslu Jember prihatin dengan kondisi Fanani. Panwaslu sudah mengupayakan, agar Fanani dirawat di RSUD secara gratis. Namun keluarga Fanani menolak menggunakan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari pemerintah desa. "Mereka takut nanti obat yang diberikan bukan yang terbaik," kata Syaifuddin.

Sementara itu, Panwaslu Jember tidak memiliki anggaran, untuk membantu pengobatan Fanani yang sakit karena bertugas menyelenggarakan pemilu. Biaya perawatan dna operasi Fanani di RSUD mencapai Rp 25 juta. Sementara, hasil patungan anggota Panwascam di 31 kecamatan hanya terkumpul Rp 1,5 juta - 2 juta.

Ke depan, Syaifuddin berharap agar pemerintah mulai memikirkan anggaran asuransi kesehatan untuk penyelenggara pemilu. "Dulu sempat ada perusahaan asuransi yang menawarkan. Tapi kesekretariatan tidka berani, karena tidak ada dalam petunjuk pelaksanaan dari pusat," katanya.[wir/ted]

No comments: